Membangun Generasi Tangguh, Siap Bertindak dalam Situasi Darurat
Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan membentuk relawan yang profesional, Rekan Kemanusiaan Indonesia kembali menyelenggarakan Latihan Gabungan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana II Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 03โ05 Juli 2026 di Perum Bumi Citeureup Asri, Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembekalan teori, praktik lapangan, hingga simulasi terpadu. Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya OSIS, siswa SMK, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), relawan kemanusiaan, serta pekerja dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat partisipasi dari dua tim peserta asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, sebagai bentuk sinergi dan pertukaran pengalaman antar daerah dalam penguatan kapasitas kebencanaan.
Kolaborasi Bersama Instansi Penanggulangan Bencana
Pelaksanaan latihan gabungan ini menghadirkan narasumber dan instruktur yang kompeten dari berbagai instansi, yaitu:
- BASARNAS
- BNPB
- PMI Kabupaten Bogor
- BPBD Kabupaten Bogor
- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor
- Tim Rescue Rekan Kemanusiaan Indonesia
Melalui kolaborasi ini, peserta memperoleh materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai dengan standar penanganan kedaruratan di lapangan.
Materi Pelatihan
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya:
1. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPE)


Disampaikan oleh PMI Kabupaten Bogor, materi ini membekali peserta mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, penanganan korban sebelum mendapat tindakan medis lanjutan, teknik pembidaian, penanganan perdarahan, evakuasi korban, hingga keselamatan penolong.
2. Assessment dan Mitigasi Bencana

Materi ini disampaikan oleh BASARNAS, BNPB, BPBD Kabupaten Bogor, dan Damkar Kabupaten Bogor, meliputi:
- Pengkajian cepat pascabencana (Rapid Assessment)
- Pendataan kebutuhan dan dampak bencana
- Identifikasi potensi risiko
- Upaya mitigasi struktural dan non-struktural
- Sistem koordinasi penanganan darurat
- Peran masyarakat dalam pengurangan risiko bencana
3. Vertical Rescue

Materi diberikan oleh Tim Rescue Rekan Kemanusiaan Indonesia, yang mencakup:
- Pengenalan peralatan Vertical Rescue
- Keselamatan kerja pada ketinggian
- Teknik simpul (knots)
- Sistem anchor
- Teknik ascending dan descending
- Evakuasi korban di medan vertikal
4. Simulasi Evakuasi Darurat Kebencanaan

Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta mengikuti Simulasi Evakuasi Darurat Kebencanaan yang dipandu oleh Tim Rescue Rekan Kemanusiaan Indonesia. Simulasi ini mengintegrasikan seluruh materi yang telah dipelajari sehingga peserta dapat menerapkan prosedur penyelamatan secara terpadu dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata.
Rangkaian Kegiatan
Hari Pertama โ Jumat, 03 Juli 2026
Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, pembukaan, pengarahan teknis pelaksanaan latihan, serta pembagian peserta ke dalam dua cluster pelatihan, yaitu:
- Cluster 1: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPE)
- Cluster 2: Assessment dan Mitigasi Bencana
Pembagian cluster dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan interaktif.
Hari Kedua โ Sabtu, 04 Juli 2026
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti penyampaian materi sesuai dengan cluster masing-masing. Setelah itu seluruh peserta mengikuti sesi bersama berupa:
- Materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPE)
- Materi Assessment dan Mitigasi Bencana
- Pengenalan Peralatan Vertical Rescue
- Demonstrasi teknik penyelamatan oleh instruktur
Peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai tantangan penanganan bencana di lapangan.
Hari Ketiga โ Minggu, 05 Juli 2026
Hari terakhir difokuskan pada praktik lapangan dan simulasi terpadu yang menggabungkan seluruh kompetensi yang telah dipelajari selama pelatihan. Seluruh peserta dilibatkan dalam skenario penanganan korban bencana mulai dari proses assessment, pemberian pertolongan pertama, koordinasi tim, hingga evakuasi menggunakan teknik Vertical Rescue.
Sebagai penutup kegiatan, panitia melaksanakan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberhasilan mengikuti seluruh rangkaian Latihan Gabungan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana II Tahun 2026.
Komitmen Bersama Membangun Masyarakat Tangguh Bencana
Melalui kegiatan ini, Rekan Kemanusiaan Indonesia berharap dapat melahirkan relawan-relawan yang memiliki kompetensi dasar penanggulangan bencana, mampu bekerja sama lintas sektor, serta siap memberikan kontribusi nyata dalam upaya kemanusiaan di wilayah masing-masing.
Semangat "Bersama โข Siaga โข Tanggap โข Peduli" menjadi landasan untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih tangguh terhadap bencana, sekaligus mempererat jejaring relawan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.